Tips Merawat Anggrek

 PETUNJUK  UMUM MENANAM ANGGREK

Disarikan oleh:

Hj. Sri Suprih Lestari (Titi)

       Tidak sedikit yang kecewa karena jerih payahnya menanam anggrek baik dari anakan anggrek dalam botol, remaja maupun tanaman dewasa atau membungakan kembali tanaman yang sudah berbunga mengalami kegagalan. Siapapun akan kapok kalau tidak tahu kata kuncinya. Kata kuncinya  disini adalah “hobi”. Kalau sudah hobi, semua rintangan akan dapat diatasi karena modalnya sederhana yaitu ketekunan.

Disamping itu ada pendapat bahwa hobi menaman anggrek adalah mahal dan untuk kalangan atas saja. Benarkah begitu? Jawabnya adalah tidak, karena siapapun bisa melakukannya dengan syarat: hobi, tekun/tidak mudah bosan dan tentu saja mengetahui caranya. Tidak sukar, kok. Mau coba?; mulailah dengan bibit anggrek dalam botol; pilih saja Dendrobium atau Phalaenopsis (anggrek bulan). Dibawah ini diuraikan cara praktis dan singkat mengenai budidaya anggrek, khususnya memakai anggrek botolan berdasarkan literatur dan pengalaman  mengelola anggrek. Bagi yang serius dan ilmiah, silahkan membaca buku-2 referensi yang tersedia di toko-2 buku.

Petunjuk praktis ini bersifat umum untuk semua jenis anggrek; meskipun demikian, tanaman anggrek yang digemari umumnya jenis hibrida seperti Dendrobium, Phalaenopsis, Vanda, Cattleya, dll. sementara hobi terhadap anggrek spesies  terbatas pada mereka yang sudah lama berkecimpung dalam hobi ini.

Bagi pemula, dibawah ini adalah petunjuk praktis dan singkat terdiri dari 5 bagian sbb.:

  1. MENGELUARKAN TANAMAN DARI BOTOL
  2. MEMINDAHKAN ANAKAN ANGGREK KE KOMPOT
  3. MEMINDAHKAN ANGGREK DARI KOMPOT KE POT
  4. PEMELIHARAAN ANGGREK , DAN
  5. PENCEGAHAN HAMA

 

Sesuai fase pertumbuhannya, tanaman anggrek dibagi menjadi:

 

  1. Seedlings (anakan dalam botol, kompot dan  yang baru dipindah dari kompot ke pot)
  2. Remaja/siap berbunga
  3. Berbunga

 

 

  1. MENGELUARKAN TANAMAN DARI BOTOL
    1. Buka tutup botol dan masukkan air steril sampai sekitar setengahnya
    2. Goyang-goyangkan botol  dengan hati-hati  hingga tanaman dan akar anggrek anakan terpisah dari  media  tumbuhnya  (agar-agar)
    3. Keluarkan anakan anggrek dengan menggunakan pinset atau kawat yang ujungnya dibengkokkan membentuk huruf  U, dengan cara mengaitkan dan menarik perlahan-lahan dan hati-hati agar anakan anggrek yang keluar dari botol  tidak patah akarnya; kemudian tampung dalam baskom berisi air bersih yang steril
    4.  Rendam anakan anggrek kedalam air yang mengandung zat anti jamur/fu- ngisida dengan dosis 2 – 3 mg/liter air (agar tanaman tidak ditumbuhi jamur)
    5. Letakkan anakan anggrek diatas kertas koran dan angin-anginkan agar bebas dari air
    6. Setelah agak kering, pindahkan anakan anggrek kedalam tempat (plastik atau pot bediameter besar) yang berisi kompot. Satu kompot dapat diisi  20 – 40 anakan anggrek, tergantung pada  ukuran kompot dan besarnya anakan anggrek

 

  1. MEMINDAHKAN ANAKAN ANGGREK KE KOMPOT.

Setelah anakan anggrek  bebas dari air, langkah selanjutnya adalah menanam nya diatas kompot. (Kompot =  community pot). Kompot yang digunakan berdiameter  7 cm, 12 cm, 16 cm atau 20 cm. Media tanam yang digunakan bisa berupa pakis, sabut kelapa, moss (lumut), dll. Sebelum digunakan, media direndam dalam fungisida dan di-angin-anginkan atau dijemur

 

Cara menanam anakan anggrek dalam pot adalah sbb.:

 

  1. Potong-potong media tanaman, misalnya pakis atau serutan kayu sepanjang 5 – 30 mm
  2. Isi kompot dengan kerikil atau pecahan genting (sebesar ibu jari) sebanyak 1/3 pot
  3. Isi kompot dengan media tanaman sampai sekitar 2 cm dibawah bibir pot
  4. Pindahkan anakan anggrek satu persatu kedalam sebuah kompot yang dapat memuat 20 – 40 anakan anggrek, tergantung pada besarnya kompot dan besarnya anakan
  5. Semprotkan pupuk organik cair, atau tambahkan pupuk organik padat untuk meningkatkan nutrisi tanaman 1 – 2 kali seminggu dengan dosis masing-masing 2 ml atau  2 gram dalam 1 liter air
  6. Letakkan kompot ditempat teduh yang menerima cahaya matahari sekitar 20 %
  7. Lakukan penyiraman untuk menjaga kelembaban media tanaman
  8. Setelah anakan anggrek tumbuh  agak tinggi, lakukan penjarangan tanaman dengan cara memindahkan anakan anggrek  dari 1 kompot menjadi  3 – 5 kompot
  9. Setelah akar tanaman tumbuh baik, tingkatkan pencahayaan matahari secara bertahap

 

  1. MEMINDAHKAN ANGGREK KEDALAM POT

Setelah anakan anggrek tumbuh cukup besar dengan tinggi sekitar 5 cm, tanaman siap untuk dipindahkan kedalam pot tunggal (1 pot berisi 1 tanaman). Biasanya pemindahan dilakukan kedalam pot tunggal setelah anakan dalam kompot tumbuh bagus, biasanya sekitar 2 bulan

Cara memindahkan tanaman dari kompot ke dalam pot tunggal sama dengan memindahkan anakan kecil kedalam kompot, Bedanya, setiap pot diisi  dengan 1 tanaman.

 

  1. PEMELIHARAAN ANGGREK DAN PENCEGAHAN HAMA

Pemeliharaan anggrek yang benar akan menghasilkan tanaman yang sehat, tumbuh subur dan berbunga sebagaimana mestinya. Karena itu perhatikanlah faktor-faktor  yang mendukung pertumbuhannya sbb.:

 

  • Kondisi lingkungan
  • Pemupukan
  • Penyiraman
  • Pencegahan dan pembasmian hama tanaman

 

Selain itu juga akan diuraikan secara singkat teknik perbanyakan tanaman anggrek, dll.

 

  1. 1.         Kondisi Lingkungan

Faktor pertama yang menentukan pertumbuhan anggrek adalah kondisi lingkungan yang berbeda satu sama lain, seperti ketinggian lahan dari permukaan laut, suhu dan kelembaban udara, pencahayaan dan angin.

Anggrek Dendrobium memerlukan cahaya yang terang dan tumbuh baik didaerah panas pada dataran rendah. Meskipun demikian ia dapat juga tumbuh didaerah agak tinggi.

Phalaenopsis atau anggrek bulan banyak jenisnya, umumnya memerlukan suhu yang agak rendah dan pencahayaan tertentu. Hal tsb dapat dilakukan dengan memelihara anggrek dibawah tempat terlindung memakai paranet. Tersedia paranet 70 %, 60 % dan 55 %. Paranet 70 % artinya 70 % cahaya matahari tertahan dan yang masuk dan diterima tanaman 30 %. Pemakaian paranet juga akan menjaga kelembaban dalam kebun dan angin yang tidak terlalu kencang. Untuk produksi anggrek secara besar-besaran atau komersial, kondisi lingkungan dapat dimanipulasi atau dibuat secara artifial seperti memakai AC, blower, mengalirkan air agar tetap lembab, dll.

 

  1. 2.         Pemupukan

Faktor kedua adalah pemupukan yang menyediakan nutrisi untuk pertumbuhan tanaman, khususnya unsur Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Kalium (K). Dalam pemupukan anggrek dipakai pupuk campuran nitrogen, fosfor dan Kalium (pupuk NPK) sesuai perbandingan yang tepat. Untuk tanaman muda dipakai NPK dengan unsur N tinggi agar daunnya tumbuh subur, sementara untuk remaja dipakai NPK seimbang dan untuk dewasa atau siap berbunga dipakai NPK dengan kadar P tinggi. Berbagai jenis pupuk NPK tersedia di pasaran. Pemupukan dilakukan pada pagi hari antara jam 7.00 sampai jam 9.00, atau sore antara jam 3.00 sampai jam 5.00. memakai air yang mengandung kadar NPK tertentu, dan disemprot kan secara manual dengan alat sederhana atau penyemprot pertanian. Penyemprotan dilakukan terhadap daun atau akar tanaman dengan frekwensi penyemprotan biasanya adalah 2 x dalam seminggu

 

  1. 3.      Penyiraman

Penyiraman tanaman anggrek dilakukan 2 x sehari pagi dan sore, masing-2 sebeum jam 7 pagi dan setelah jam 3 sore; penyiraman air dilakukan secukupnya saja dan jangan berlebihan karena air yang kelebihan akan membusukkan akar dan mengundang jamur. Bila hari hujan, tidak perlu disiram karena kelembaban udara sudah cukup tinggi. Bila hari sangat panas terik, boleh juga dilakukan penyiraman disiang hari kalau dikuatirkan  media tanaman akan terlalu kering. Penyiraman dilakukan memakai air yang bersih; hindari memakai air yang kurang bersih karena berisiko terhadap tanaman.

 

  1. 4.      Pencegahan Hama dan Penyakit Anggrek

Hama tanaman umumnya berwujud binatang  sedangkan penyakit disebab-kan oleh makluk hidup mikroskopi, seperti bakteri dan virus, serta  cendawan (jamur). Ada beberapa jenis hama yang menyerang tanaman anggrek masing-masing  perlu penangannan yang berbeda.

 

  1. Kumbang gajah: merupakan hama yang paling mengerikan, berwarna hitam, berkaki besar dengan moncong seperti cula badak atau belalai gajah, dan karena itu hama ini dinamai kumbang gajah. Kumbang gajah menyerang tanaman anggrek dimulai saat kumbang dewasa memasuk kan telurnya kedalam batang atau daun; serangan kumbang gajah ini ditandai dengan daun mulai menguning dan rontok.

Kalau kumbang menyerang batang tanaman, batang tanaman  berlubang seperti habis dibor. Didalam batang tanaman telur menetas menjadi larva yang siap menggrogoti tanaman anggrek yang berakibat per-tumbuhan tanaman terhenti. Serangan kumbang gajah dapat diatasi dengan jalan menyemprotkan insektisida.

 

  1. Siput dan bekicot: binatang-binatang kecil ini berjalan pelan dengan  daya serang sangat hebat; siput memakan daun dan batang lunak yang akibatnya timbul lubang dan luka yg mengundang jamur atau bakteri patogen. Siput dan bekicot aktif pada malam hari atau senja pada saat matahari tenggelam dan umumnya pada musim hujan. Pengendalian paling efektif adalah dengan cara manual: siput dipungut satu persatu, dikumpulkan dan dimatikan serta dibuang; kalau siput tidak muncul,  coba bongkar medianya, atau dipancing keluar dengan memakai tape yang ditaburi pestisida. Kalau kebun cukup luas coba gunakan pestisida tabur.

 

  1. Jamur/cendawan: agar jamur/cendawan tidak menyerang tanaman, kondisikan lingkungan supaya tidak disukai jamur/cendawan. Seperti dimaklumi, jamur/cendawan menyukai lingkungan yang lembab. Di daerah  yang bercurah hujan tinggi pilihlah media yang tidak banyak menyimpan air agar tanaman selalu sehat. Tanaman anggrek yangg sehat lebih tahan terhadap jamur/cendawan. Harap diketahui juga, luka pada tanaman bisa menjadi pintu masuk jamur/cendawan.  Karena itu agar berhati-hatilah saat memotong daun, batang atau akar tanaman yang tidak produktif; gunakan pisau tajam yang telah steril, seperti dengan mengoleskan alkohol (70 %) dan luka bekas potong diceluplan atau direndam  dalam larutan fungisida.

 

d. Semut: hewan kecil ini juga mengganggu pertumbuhan tanaman anggrek; hama ini  dapat dicegah atau dimusnahkan dengan memakai obat anti semut.

 

 

 

  1. 5.      Usia Berbunga

Tanaman anggrek akan berbunga jika dipelihara dengan baik dan benar, bunganya  indah, bentuk dan warnanya sangat mempesona  dan bahkan sebagian ada yang harum baunya. Umur bunga anggrek ada yang berbulan-bulan tapi ada pula yang hanya satu hari. Bila bunganya telah layu, ia akan berbunga lagi bila dirawat dengan benar  setelah beberapa waktu.

 

  1. 6.      Perbanyakan

Perbanyakan anggrek dapat dilakukan dengan mudah memakai teknik sederhana yaitu splitting dan Keiki. Spliting dilakukan dengan cara mem-belah rumpun anggrek yang lebat menjadi beberapa rumpun kecil. Teknik ini dapat di lakukan dengan syarat setiap rumpun besar memiki 6 atau lebih batang tanaman, sehingga masing-masing hasil splitting kecil memiliki 3 – 4 tanaman. Splitting seyogianya dilakukan memakai pisau yang tajam dan streril.

 

Keiki adalah tunas yang tumbuh dipangkal batang dan disepanjang batang tanaman. Tunas yang sudah berakar siap dipotong dan ditanam didalam pot; ia akan tumbuh dengan karakter persis induknya. Teknik perbanyakan ini tentunya sangat lambat.

 

Untuk perbanyakan tanaman anggrek secara komersial dipakai cara modern melalui teknik kultur jaringan; teknik modern ini tidak diuraikan disini, mengingat sifatnya khusus dan memerlukan perawatan yang besar biaya-nya.

 

  1. 7.      Penggantian Media

Media yang dipakai untuk menanam anggrek harus mampu menjaga kelembaban udara tertentu agar pertumbuhan  tanaman  berlangsung baik. Ini berarti media selain harus bersih hama, juga tidak padat. Karena itu media tanaman harus diganti bila dianggap perlu seperti telah menjadi padat, tanaman dalam pot terlalu banyak, pot rusak, ber-jamur, dll.

 

  1. 8.      Lain-lain

Dalam budidaya anggrek juga dikenal berbagai hal terkait, misalnya pemakaian vitamin B-1 (baik buatan pabrik maupun air cucian beras), zat percepatan tumbuh. Masuknya kupu-kupu masuk kedalam kebun harus di cegah, sementara hama ulat bulu sampai saat ini dan mudah-mudahan tidak menyerang tanaman anggrek.

 

 

 

 

PENUTUP

Uraian ringkas  dan sederhana diatas mudah-mudahan dapat memotivasi siapapun yang ingin berkecimpung atau memulai hobi anggrek, termasuk juga mereka yang dalam kurun waktu sekitar 5 tahun lagi akan memasuki masa pensiun. Bagi yang tertarik, dan untuk informasi lebih lanjut silahkan mengunjungi TAMAN ANGGREK kami di Harjobinangun, Pakem – Sleman

 

Catatan mengenai penulis:

Hj. Sri Suprih Lestari, atau biasa dipanggil ibu Titi (64 tahun) sudah menekuni hobi budidaya anggrek sejak tahun 1970, di Palembang, Jakarta dan sekarang di Yogya. Pernah mengikuti pameran-pameran anggrek di beberapa kota antara lain di Jakarta, Tangerang, Bandung, Bogor, Semarang, Surabaya, Kediri dan Yogyakarta.

7 Responses to Tips Merawat Anggrek

  1. dyas says:

    Salam kenal

  2. Pingback: Page not found | Titi Orchids

  3. Mimien says:

    Beruntung sekali saya tahu titi orchids, apalagi setelah saya sempat mengunjungi kebun,membuat saya terinspirasi & semangat utk belajar budidaya anggrek =)
    Terima kasih bu titi…petunjuk ini sangat bermanfaat.

    • titiorchids says:

      Terima Kasih juga ibu sudah mau berkunjung ke Taman Anggrek Titi Orchids…..Kami berharap Ibu mau berkunjung kembali ke Taman sederhana kami, untuk membagi pengalaman-pengalaman Ibu dalam memelihara Anggrek….salam Anggrek \(^o^)/

  4. myp2p.eu says:

    Do you have a Facebook fan page for your site?